Kisah
Isteri Solehah
Handuk,
Kipas, dan Palu
Pada zaman dahulu (zaman tahun 45’an lah). Suatu
ketika ada seorang ibu2 (sebut saja bu Anis) yang bertanya kepada seorang
ustadz (pa ujang), "ustadz, saya mau bertanya ni, apa yang harus saya
lakukan agar saya termasuk istri yang berbakti kepada suami dan diridhoi oleh
Alloh.
ustadz menjawab: " saya tidak akan menjawab pertanyaan ibu,
silahkan ibu berkunjung ke rumah ibu Siti Patonah / ibu ipat (maaf saya lupa
nama tokohnya bu an).
Bu Anis menuruti saran dari ustadz tsb, ia menuju rumah bu
ipat sambil membawa anak laki-laki yang berumur 5 tahun (firza kayanya).
Sesampainya di depan rumah bu ipat, bu anis langsung mengucapkan salam dan
mengetuk pintu rumah.
“Assalamu’alaikum Wr. Wb. bu ipat, apakah bu ipat ada di dalam?”
“komsalam” jawab bu ipat, “ya saya ada, tunggu sebentar!”
Bu ipat segera menuju pintu rumahnya dan membukakan pintu
rumanya.
ya bu, ada yang bisa saya bantu? Tanya bu ipat
bu anis: iya bu saya mau bertamu dan menanyakan sesuatu ke bu ipat
bu ipat: aduh maaf bu, saya sudah diberi pesan sama suami saya
(cancan tea) agar selama suami saya pergi tidak boleh menerima tamu laki-laki.
Bu anis: ih si ibu mah, saya kan wanita?
Bu ipat: itu yang dituntun ibu? (sambil menunjuk anak yang
dibawa bu anis)
Bu anis: oh ini mah anak saya atuh bu,
Bu ipat: iya bu maaf berarti saya tidak bisa menerima ibu,
karena ibu membawa laki2
Bu anis: ih si ibu teh kumaha, kan Cuma anak kecil ini mah atuh
bu…
Bu ipat: tapi laki-laki kan bu?
Bu anis: mmmm ….. mmmm …. Iya sih….bu…, mmmm jadi nga boleh ya
bu?
Bu ipat: nya muhun atuh bu… tidak boleh…..
Bu anis: ya udah atuh bu ipat, saya pulang dulu nganterin anak
saya ini ya, nanti saya kembali lagi
Bu ipat: oce
Bu anis pun pulang ke rumahnya untuk mengantar firza (anaknya)
ke rumah, kebetulan suaminya (pa candra) lagi
ada di rumah lagi betulin genteng yang bocor keinjek sama kucing garong
yang nyuri ikan asin bu anis.
Satu jam kemudian, bu anis kembali ke rumah bu ipat, dan bu
ipatpun mempersilahkan bu anis untuk masuk ke rumahnya.
B anis: begini bu ipat, perkenalkan nama saya Anis Ervina,
S.S.T., M.Kes. M.Keb., M.Hum. Ph.D. Dkk.
saya tadi bertanya sama pa ustadz Ujang, tentang cara agar saya
bisa termasuk istri yang berbakhti kepada suami, katanya pa ustadz saya disuruh
menemui ibu ipat disini.
Begitu bu
Bu ipat agak bingung dan kerung. Aduh saya mah tidak punya ilmu
atau kemampuan untuk memberi arahan atau wejangan tentang istri solehah atuh bu
an,
Tapi selama saya berumah tangga dan memiliki suami saya selalu
menyiapkan 3 barang yang selalu saya jaga dan saya gunakan setiap harinya dalam
melayani suami saya.
Bu anis: oh apa aja itu bu?
Bu ipat: 1. Handuk (sambil menujukan handuk)
2.
Kipas (hihid basa sundana mah)
3.
Palu
Bu anis: emang buat apa aja ketiga
alat itu?
Bu ipat
“begini bu anis”
Handuk
Jika suami saya pulang kerja, saya
langsung persilahkan suami saya untuk duduk di kursinya, saya siapkan
minumannya, saya buka baju kerjanya, terus saya keringkan keringatnya dengan
handuk itu.
Bu anis: ooooo …. Gitu ya….
Kipas
Setelah kering keringatnya, saya duduk di tikar yang digelar di
ruang keluarga (tempat nonton tv), kemudian berbicara ke suami saya
“ayah sini tiduran di paha umi”, dan ketika suami saya meletakan
kepalanya dipaha saya, saya kipasin dia dengan kipas ini.
Kalo suami saya sudah merasa nyaman saya pun bertanya ke suami
saya
“ayah mau tidur di kamar?”
Kalo suami saya menjawab ya, saya bertanya lagi, “ ayah mau
ditemani umi”
Kalo suami saya jawab ya, saya ikut temani suami saya
Kalo tidak, saya paling lanjutin nonton tv ceramah aagym, trus
nyuci baju, nyetrika, masak, ngemil nasi sebakul….
Palu
Ketika malam saat suami saya mau tidur, sehabis sholat isya gitu.
Saya selalu membawa palu dan diserahkan kepada suami saya.
“ayah, punten ini palu pegang dulu sama ayah, ….
Punten kalo hari ini ada kata-kata umi yang menyinggung hati
ayah…. Silahkan pukulkan palu ini ke kepala umi…
Kalo hari ini ada kelakuan umi yang tidak ayah sukai, silahkan
langsung pukulkan palu ini ke kepala umi…
Kalo hari ini umi tidak melayani ayah dengan baik, silahkan
pukulkan palu itu ke umi
Kalo hari ini umi tidak bisa menjalankan perintah ayah dengan
baik, silahkan pukulkan palu ini ayah…
Umi tidak mau nanti di akhirat dipukul oleh malaikat penjaga
neraka gara-gara umi melakukan hal-hal yang tadi umi sebutkan ke ayah… dan ayah
tidak meridhoinya dan berarti Alloh pun tidak akan meridhoi umi.
mangga ayah…. Sekarang juga pukul umi dengan palu itu…
Namun kalo ayah mau memaafkan kesalahan umi dan memberi nasihat
agar umi bisa lebih baik berbakti kepada ayah, umi akan sangat berterima
kasih…. Dan akan menjaga ketaatan umi ini….
Itu yang saya lakukan setiap hari bu an… kata bu ipat.
Kisah ini diadopsi dari kisah yang disampaikan abah haji di
masjid pasir malang banten ketika pengajian hari senin tanggal 10 November 2014
pukul 21.17 WIB.
Nama dan tokoh dalam kisah ini bukan yang sebenarnya, namun
kisah ini benar terjadi di zaman nabi Muhammad SAW.
Wallohualam bisoab…
Mohon maaf jika ada kesamaan nama atau jalan cerita dalam kisah
ini, semua ini adalah karena kesengajaan si penulis saja yang suka iseng….
Mohon dimaafkan… puntennn pisaaaannn 1000x…
Kisah ini hanya untuk
memberi gambaran betapa bakti seorang istri sangat besar pahalanya serta dapat
menjadi jalan penghantar ke syurganya Alloh SAW.
Mudah-mudahan kita semua dapat menjadi suami yang soleh, istri
yang solehah, anak yang soleh – solehah, keluarga yang bahagia di dunia dan
akhirat…
Amin…